Bahasa Periklanan

Dengan berkembangnya media periklanan baik cetak maupun elektronik tak pelak konsumen kini tiap hari di bombardir iklan. Entah Iklan yang menghibur, mencuci otak, garing atau malah konsumtif semua ada. Secara pendidikan dan teori semua ada pembelajarannya intinya bagaimana membuat suatu pesan atau produk ke konsumen secara target, positioning, segmentasinya pas dan mengena.

Cara penyajian kemasan pun di buat sedemikian rupa yang penting punya nilai value yang bagus di mata konsumen. Mungkin pernah mengalami saat di kecewakan dengan tampilan iklan yang menggoda misal kemasan burger sebuah produk makanan cepat saji di mana daging tebal, sayur melimpah dan roti yang besar nan menggoda, namun kenyataannya hanya dapat daging yang besarnya hanya tak sampai setengahnya saja. Atau kesal dengan iklan mie yang lengkap ada daging dan telor yang ternyata tidak ada di kemasannya 😀

iklan jadul

Pun demikian di Iklan dunia otomotif era modern sekarang, poles segala cara pun di lakukan mulai menggunakan kalimat/kata yang provokatif, tag DNA ajang motor balap tertentu, turunan dari spek motor tertentu, iming-iming undian berhadiah, tawaran paket bonus-bonus menggoda atau iklan yang sikut kanan kiri baik secara samar atau terang-terangan. Semua demi satu jualan laku.

Bagaimana biar tidak kejebak dan kemakan iklan

  • Jika barang baru cari referensi produk terdahulu atau produk sejenis lain keluaran pertama dari pabrikan tersebut kesannya gimana.
  • Cari tahu pro dan cons sumber yang kredibel dari orang yang punya, komunitas atau milis grup.
  • Coba langsung dan amati dengan cermat produknya detail finishing dll
  • Tanyakan servis term and agreement alias pakta jual beli dan hal lain-lain seluk beluknya, jangan langsung tanda tangan.
  • Teliti lihat bintang-bintang yang bertebaran dan tanyakan.
  • Catat kalo perlu rekam omongan salesnya/flyer brosur biar bila ada apa-apa nanti bisa di jadikan klaim bukti, mungkin tuntutan

Toh semua pabrikan ada sisi “nakal”nya, semua punya kesempatan yang sama dan cari untung yang lebih. Jika ada dua barang otomotif salah satunya mahal dimana spek motor dan build lainnya sama, jangan dilihat mahalnya tapi merknya. Percaya atau tidak yang perusahaan jual itu bukan isi produk tapi kemasan dan merk jual. Isi dan rasa itu hanya bonus dan sifatnya perasaan dan emosi yang beli saja.

Ga percaya? belilah kripik kentang merk mahal, sebanding tidak isi dengan anginnya? :mrgreen:

Advertisements

16 thoughts on “Bahasa Periklanan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s